Firman Allah Taala, ertinya: Demi sesungguhnya Tuhan kamu hanya satu.” (4, Surah as-Saaffaat).
” .. dan tidak ada yang bersifat ketuhanan(1) melainkan Allah, Yang Maha Esa, lagi Yang mengatasi kekuasaan-Nya segala-galanya.” (65, Surah Sad).
Ilmu Dan Martabat-martabatnya:
“Maka hendaklah engkau berusaha mendapat ilmu(2) yang meyakinkanmu: “Bahawa tidak ada yang bersifat ketuhanan melainkan Allah (19, Surah Muhammad).
” .. (kerana) sesungguhnya sangkaan (zan) tak dapat memenuhi kehendak menentukan sesuatu dari kebenaran (i’tiqad) (36, Surah Yunus).
____________________________
(1) Yang bersifat ketuhanan ialah yang terhimpun padanya dua sifat yang menjadi sebagai ibu bagi segala sifat kesempurnaan Tuhan iaitu:
Pertama – terkayanya daripada segala yang lain. tidak berhajat kepada sesuatu apapun dan
Kedua – menjadi tumpuan bagi sekalian makhluk. Yakni ia sentiasa dituju dan dihajati oleh tiap-tiap yang lain untuk memohon – sama ada dengan tutur kata atau dengan keadaan semula jadi ataupun dengan persediaan yang azali – akan segala keperluan dan kesempurnaan masing-masing
(2) Sayugia diketahui bahawa:
(a) Pendapat yang terbukti kepastian tepatnya dengan hakikat yang sebenar dinamakan ilmu.
(b) Pendapat yang buktinya memberikan kuat anggapan tepatnya dengan hakikat yang sebenar dinamakan: Zan.
(c) Pendapat yang buktinya memberikan hanya sangkaan yang lemah tentang tepatnya dengan hakikat yang sebenar dinamakan: Waham.
(d) Pendapat yang buktinya tidak memberi ketetapan adakah tepat atau tidaknya. dinamakan: Syak.
(e) Pendapat yang terbukti tidak tepatnya dengan hakikat yang sebenar dinamakan: “ Jahl” (kejahilan) dan orang yang berpendapat demikian dinamakan “jahil” atau orang yang tidak berpengetahuan.
Pendapat yang pertama: Dituntut untuk akidah kepercayaan dan juga untuk hukum-hakam sedapat-dapatnya; dan pendapat yang kedua sah dipakai hanya bagi menentukan hukum hakam, tidak untuk akidah kepercayaan.
Ada pun pendapat yang ketiga; tidak harus dipakai untuk apa-apa pun, lebih-lebih lagi yang keempat
September 29, 2007 at 12:30 am |
Allah swt sangat mencela sikap dan perbuatan orang-orang yg menjadikan dugaan/persangkaan sebagai hujah dlm keimanan/aqidah mereka. Keimanan/aqidah yg dibangun dari zhan tidak akan membawa kepada kepastian/keyakinan, karena dugaan/sangkaan dibangun dari dasar yg masih memungkinkah kesalahan dan kekeliruan. Berikut bebarapa ayat al-Qur’an yg mencela orang-orang yg membangun keimanannya dari zhan :
إِنَّ الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِالْآخِرَةِ لَيُسَمُّونَ الْمَلَائِكَةَ تَسْمِيَةَ الْأُنْثَى
“Sesungguhnya orang-orang yang tiada berîman kepada kehidupan akhirat, mereka benar-benar menamakan malaikat itu dengan nama perempuan.”[al-Najm:27]
”Dan mereka tidak mempunyai sesuatu pengetahuanpun tentang itu. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan sedang sesungguhnya persangkaan itu tiada berfaedah sedikitpun terhadap kebenaran.” [al-Najm:28]
http://sampaikan.wordpress.com/2007/04/25/hadist-ahad-bukan-merupakan-hujah-dlm-perkara-aqidah/