Bila tahap At-tahalli telah dilewati, maka berarti tahap berikutnya, At-tajalli ada di hadapan anda. Itulah puncak pengembaraan spiritual yang paling indah dan nikmat. Itulah tahap misteri penampakan. Itulah tahap ekstasi spiritual yang tak terlukiskan, Itulah taman indah tempat bermain jiwa-jiwa rebah urafa’.
Pengertian At-tajalli
Secara kebahasaan At-tajalli adalah penampakan sesuatu bukan karena sebelumnya terhalang. Karena itulah ia berbeda dengan al-kasyf yang berarti ketersingkapan. و النهار اذا تجلّى (Demi siang kala tampak) Par ahli irfan nazhari menggambarkan secara umum tahap tajalli sebagai tahap ketika zat mutlak Allah Al-Haq dan semua kesempurnaanNya nampakdan menyeruak. Adapun ilustrasi detail proses penampakan itu, para ahli irfan nazhari, memberikan penguraian yang berbeda-beda. Sebagian menganggap al-hulul sebagai proses penampakan. Sebagian lain menganggap al-ittihad sebagai prosesnya. Sedangkan sebagian lain At-tajafi.
Pembagian At-tajalli
Sebagian ahli irfan membagi At-tajalli dalam beberapa tahap sebagai berikut:
1). At-tajalli al-ilmi al-I’tiqadi. Yaitu tahap penampakan konsep-konsep keyakinan yang terbatas -berupa hijab pikiran-. Ini penampakan tak sejati.
2). At-tajalli asy-syuhudi. Yaitu tahap penampakan Al-haq dalam entitas-entitas subjektif dan objektif –ketika busana selainNya telah lebih dulu dilucuti-. Sebagian menggambarkannya sebagai tahap penampakan Al-Haq berupa salinan muqayyad (terbatas, relatif) atau mutlak dalam forma (tampilan) segala maujud (entitas). Ini pempakan rendah.
3). At-tajalli al-wujudi asy-syahadi. Yaitu tahap penampakan Al-Haq yang terefleksikan dalam ketetapan-ketetapan dan pengaruh serta jejak entitas-entitas. Penampakan kedua ini merupakan konsekuensi dari penampakan pertama. Ini penampakan medium.
4). At-tajalli al-‘ilmi al-‘aini. Yaitu Yaitu tahap penampakan Al-Haq dalam forma pengetahuan tentang diriNya berupa forma entitas-entitas, potensi dan kapasitas-kapasitas. Kaum sufi menyebutnya dengan Al-faidh Al-Aqdas atau limpahan terkudus.
petikan dari http://muhsinlabib.wordpress.com/2007/02/28/pengetahuan-emosional/
Telah Dihantar: Tue Apr 15, 2008 2:19 pm
Untuk mengenal Allah kita perlu sekurangnya kurangnya memahami 5 perkara, tapi yg biasa diajar ialah 3…..
ilmu tauhid ada 5 pecahan besar iaitu
1. Tauhid Rububiyah
2. Tauhid Uluhiyyah
3. al Asma al Husna
4. Dzat Allah
5. af ‘al
tapi saya hanya leh bicara ttg 3 perkara pertama sahaja kerana itu sahaja yg mudah untuk diterangkan, yang lainnya kena tanya TOK GURU, bukan apa takut cheq semua faham kot lain lak…kita ni anak murid lagi…hihihihi
Dari http://www.melayu.net/perkampungan/viewtopic.php?t=17453&postdays=0&postorder=asc&start=50&sid=3868419fcaac40eb087f9dd7d37b5463
Tajjali is the esoteric dimension of all Muslim worship. The external meaning (syariat), three deeper meanings haqiqat, tariqat and ma’rifat of which the last is the most esoteric. The syariat of prayer (shalat) consists of the physical movements of standing, bending forward, prostrating oneself and sitting, it’s haqiqat consists of the letters Alif Lam Lam Ha, that is the name of Allah, it’s tariqat is the real shalat, absolute tajjali, and it’s ma’rifat is the direct encounter with the Nur Muhammad, that is the four coloured lights.
Dari http://raga-diem.blogspot.com/2007/07/tajali-haqma.html
http://sharudin.wordpress.com/2008/08/05/s022-sekitar-ww/#comment-1510
Konsep sentral dari teori wahdat al-qujud Ibn ‘Arabi ini adalah tajalliyat al-Haq, yakni menampaknya diri Allah melalui penciptaan alam. Kata jalli dalam terma Ibnu ‘Arabi identik dengan konsep faydh (emanasi, pelimpahan).