<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komen bagi: R31</title>
	<atom:link href="http://sharudin.com/2007/11/03/r31/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sharudin.com/2007/11/03/r31/</link>
	<description>Falsafah carakerja Khaliq</description>
	<lastBuildDate>Thu, 09 Feb 2012 15:17:00 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<item>
		<title>Oleh: Haf</title>
		<link>http://sharudin.com/2007/11/03/r31/#comment-1560</link>
		<dc:creator><![CDATA[Haf]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 10 Aug 2008 04:50:53 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sharudin.wordpress.com/2007/11/03/r31/#comment-1560</guid>
		<description><![CDATA[Tauhid ini adalah inti dari dakwah para rasul, karena ia adalah asas dan pondasi tempat dibangunnya seluruh amal. Tanpa mereali-sasikannya, semua amal ibadah tidak akan diterima. Karena kalau ia tidak terwujud, maka bercokollah lawannya, yaitu syirik. Sedangkan Allah Subhanahu wa Ta&#039;ala berfirman:

&quot;Artinya : Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik. [An-Nisa&#039;: 48, 116]

&quot;Artinya : ...Seandainya mereka mempersekutukan Alah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan.&quot; [Al-An&#039;am : 88]

&quot;Artinya : Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi.&quot; [Az-Zumar : 65]

Dan tauhid jenis ini adalah kewajiban pertama segenap hamba. Allah Subhanahu wa Ta&#039;ala berfirman: 

&quot;Artinya : Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukanNya dengan sesuatu pun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak ...&quot;. [An-Nisa&#039;: 36]

&quot;Artinya : Dan Tuhanmu telah memerintahkan kamu supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya ...&quot; [Al-Isra&#039;: 23].

&quot;Artinya : Katakanlah, &#039;Marilah kubacakan apa yang diharamkan atas kamu dari Tuhanmu, yaitu: janganlah kamu mempersekutukan kamu dengan Dia, berbuat baiklah terhadap kedua orang ibu-bapak …&#039;.&quot; [Al-An&#039;am : 151]

Dari http://www.almanhaj.or.id/content/1971/slash/0]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Tauhid ini adalah inti dari dakwah para rasul, karena ia adalah asas dan pondasi tempat dibangunnya seluruh amal. Tanpa mereali-sasikannya, semua amal ibadah tidak akan diterima. Karena kalau ia tidak terwujud, maka bercokollah lawannya, yaitu syirik. Sedangkan Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala berfirman:</p>
<p>&#8220;Artinya : Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik. [An-Nisa': 48, 116]</p>
<p>&#8220;Artinya : &#8230;Seandainya mereka mempersekutukan Alah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan.&#8221; [Al-An'am : 88]</p>
<p>&#8220;Artinya : Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi.&#8221; [Az-Zumar : 65]</p>
<p>Dan tauhid jenis ini adalah kewajiban pertama segenap hamba. Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala berfirman: </p>
<p>&#8220;Artinya : Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukanNya dengan sesuatu pun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak &#8230;&#8221;. [An-Nisa': 36]</p>
<p>&#8220;Artinya : Dan Tuhanmu telah memerintahkan kamu supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya &#8230;&#8221; [Al-Isra': 23].</p>
<p>&#8220;Artinya : Katakanlah, &#8216;Marilah kubacakan apa yang diharamkan atas kamu dari Tuhanmu, yaitu: janganlah kamu mempersekutukan kamu dengan Dia, berbuat baiklah terhadap kedua orang ibu-bapak …&#8217;.&#8221; [Al-An'am : 151]</p>
<p>Dari <a href="http://www.almanhaj.or.id/content/1971/slash/0" rel="nofollow">http://www.almanhaj.or.id/content/1971/slash/0</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

