Ini bukan nak tiru cerita P Ramlee tu!
PEKAKkan telinga kepala, PEKAkan telinga hati!
Ini bukan nak tiru cerita P Ramlee tu!
PEKAKkan telinga kepala, PEKAkan telinga hati!
Entri ini dikirim pada hari Isnin, 22 Jun 2009, 6:34 am dan diletakkan dalam kategori DARWIN. Anda boleh mengikuti sebarang respons bagi entri ini melalui suapan RSS 2.0. Anda boleh meninggalkan respons atau menjejak balik daripada tapak web anda.
| Oxotnikgo on Hisab | |
| german XR on Hisab | |
| Groureexitwox on Hisab | |
| nesterayt on Hisab | |
| choonculk on Hisab | |
| Serega Dub on Hisab | |
| SypeFeady on Hisab | |
| URILTBORT on Hisab | |
| fleelteft on Hisab | |
| ESTRACERXNORX on Hisab | |
| nickolas1964 on Hisab | |
| carstimerDF on Hisab | |
| Neuddeddext on Hisab | |
| cratlycirty on Hisab | |
| A-TRANS on Hisab |
Theme: Contempt by Vault9.
Blog di WordPress.com.
[...] pertama kalinya Kelas Permata dihadiri oleh Emak dan Bapak. Saya mengambil kesempatan menerangkan pendirian saya kepada mereka dan saya menganggapnya sebagai satu hadiah kepada mereka. Saya mahu mereka faham [...]
Al Qur’an Surat An Nisa ayat 3 menyebutkan:
“Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bila kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya”.
Sepintas ayat tersebut menganjurkan para lelaki untuk beristri empat dan memang, umumnya para ulama berpenafsiran seperti itu, namun sebenarnya itu tidak tepat. Sebab ayat tersebut berawal dari huruf waw athaf, ‘wa in khiftum… jadi kita harus melihat ayat sebelumnya, ayat dua dan satu.
Lantas dimana ayat poligaminya ? Kita harus menjawab secara holistik, ayat satu, dua dan tiga.
Wahai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu dan daripadanya Allah menciptakan isterinya, dan daripada keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain. Dan peliharalah hubungan silaturahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.
Dan berikanlah kepada anak-anak yatim (yang sudah baligh) harta mereka, jangan kamu menukar yang baik dengan yang buruk dan jangan kamu makan harta mereka bersama hartamu sesungguhnya tindakan-tindakan (menukar dan memakan) itu, adalah dosa yang besar.
Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bila kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.
Ayat pertama bicara Ittaquu, taqwa. Ayat kedua, peduli pada anak yatim. Ayat tiga, memang ada kata Fankikhuu tetapi bersyarat, in khiftum, itu syaratnya, keadilan.
Kalau dicermati, fokus pada ayat ketiga ini adalah perlakuan adil dan tidak menelantarkan anak yatim, sedangkan poligami disinggung hanya sebagi pilihan solusi bukan topik utama.
http://www.qalbu.net/content.php?subaction=showfull&id=1236053265&archive=&start_from=&ucat=1
Tajamkan mata Qalbu dan pikir
Akan tersingkap keagungan rahasia ayat-ayatNya
Qalbu adalah pengantin jasad dan ruh
Hanya Qalbu Sakinah yang sambung dengan DiriNya
Lihatlah kepada “laku“ baik qalbumu
Itulah rahasia batinmu, dan modal utamamu menujuNya
Pandanglah kebaikan-kebaikanNya
Akan ditampakkan untukmu segala makna hakiki
http://pejalan-cahaya.blogspot.com/2008/07/qalbu.html
Dari http://saifulislam.com/?p=6069#comment-55564
Pak Din reply on July 9th, 2009 12:27 pm:
@ummualya, Saya agak trauma dengan ‘membuka pintu hati’ sahaja, buka kedua-dua pintu hati dan minda. Hati itu asalnya qalbun, dari katanama qa-la-ba, atau berulang alik. Apa yang berulang alik? Pemikirannya atau mindanya.
These new people will believe that All-Mighty gave them life here so that they could know and worship Him. Without discriminating between the Book of the Universe (where the Divine Names are manifested and which is therefore full of signs of Him and acts as a “stairway” leading to Him) and the Divine Scripture (the translation of the Book of the Universe), they will see science and religion as two manifestations of the same truth.
http://www.fethullahgulen.org/love-and-tolerance/270-the-ideal-human/1814-the-new-man-and-woman.html
[...] Mengajar anak berfikir – SIO Book of the Universe [...]
[...] panggilan dari pelanggan yang gelabah, yang fikirannya berulang-alik (qalaba), samada nak jual sahamnya yang asyik turun naik, menjadikan dia seorang pelabur yang [...]